Sekali lagi harus menelan omongan suami yang kasar, meski cuma lewat WA, tapi sangat menyakitkan, entah berakhir sampai kapan...
masih beruntung ngga main fisik, alhamdulillah,
ngga bisa membayangkan jika lidah ketikan dan fisik bersatu, mental dan fisikku ngga tau apa kabarnya..π
Selama ini aku ngga bisa marah ke suami, jadi sangat lebih baik untuk memendam kejengkelan dan kekecewaan sendiri, melampiaskan rasa dengan hiking, main sosmed, nonton youtube, atau ketemu teman. karena kalau marah, bukannya dia menerima tapi akan lebih marah 2x lipat daripada aku, plus di tambah dengan menuliskan kalimat kalimat kasar,,,
sering aku langsung clear chat tanpa membaca lebih dulu, karena jika membaca kalimat kalimat itu selalu akan terngiang ngiang dalam otakku.. yang membuat aku jadi tambah ilfeel sama dia, males ber interaksi, malas bercanda atau jd semakin malas untuk ngobrol...
draft lama dari tahun 2010 belum di keluarkan dan tidak sadar.. π’
Sekarang Chinno di Purbalingga sudah sekolah n sepertinya sudah cocok n senang sekolah di skul nya yang sekarang. Alhamdulilah Chinno termasuk golongan anak yang mudah untuk beradaptasi di lingkungan baru. Terbukti baru beberapa saat Chinno menempati rumah baru, chino sudah mendapatkan teman, langsung main bersama. Tanpa ada rewel minta pulang ke wates atau menanyakan mbah putri. Padahal sebelumnya sempat khwatir, takut kalo chinno pake acara rewel. Hmm, Chinno memang putri kecil bunda yang pinter.
Di sekolah juga demikian mudahnya, alhamdulilah. Meskipun di minggu pertama latihan untuk ditinggal tanpa di tunggu harus pake mewek dulu. Tapi itu Cuma berlangsung Cuma beberapa hari saja. Selebihnya lancar.
Dulu sebelum pindah Purbalingga, Chinno sekolah Kelompok Bermain di Wates, namanya KB ALBHA. Sebenarnya chino juga sudah mulai beradaptasi n nyaman d sekolah ALBHA, tapi keadaan yang mengharuskan kami semua pindah. Hari-hari chinno sempat kosong selama 3 bulan, di rumah aja belajar sama bunda. Padahal sebenarnya chinno udah bΓͺte cuma menghabiskan waktu di rumah, udah pengen sekolah lagi, hamper tiap hari main sekolah-sekolahan sm bunda. Karena Cuma berdua tok sama bunda di rumah, bawaannya jadi ribut terus sama bunda, ayah chinno sampe bilang “ ne kakak adek pada ribut aja tiap hari.”hehehe. Bunda nya juga ga mau ngalah sii sama chinno.
And now, chinno was found her world again. Kata Bu Guru Imel waktu terima raport kemaren, untuk anak seusia chinno, chinno termasuk pinter..deugh bangganya.wkk
Bunda juga merasakan perkembangan chinno selama 3 bulaan terakhir ini. Banyak perkembangan di sisi positif maupun negative. Ibarat spongebob (si tokoh kartun sponge) semua muanya yang chinno lihat, dengar dan rasakan chinno serap semuanya. Ibaratnya belum punya saringannya untuk membedakan yang baik dan buruk. Belum bias memilah-milah perilaku mana yang baik untukku n mana yang tidak.
Di sisi positifnya, perkembangan kosakatanya pesat. Alhamdulilah. Makin pinter merangkai kata menjadi satu kalimat Tanya, seru n berita. Perkembangan pengenala warna dan bentuk. Paling tidak sudah ada sekitar 8 warna yang sudah chinno pahami, yaitu Merah, kuning, jingga, ungu, hitam, hijau, biru, putih, coklat. Bentuk yang sudah chinno benar-benar paham yaitu persegi panjang, segitiga, lingkaran, sabit, persegi. Belah ketupat kadang ingat kadang lupa.. untuk menggambar,, yang semula hanya coret-coretan tak beraturan, sekarang sudah mulai ada bentuknya. Meski banyak bentuk bulad lingkarannya. Tapi bunda beberapa kali mendapati gambar chinno sudah membentuk jadi orang, pohon, ada yang bendera (versi chinno) kalo versi bunda kayak orang berambut panjang. He. Meski masih acak adul gitu.
Mewarnai gambar juga udah sudah banyak kemajuan, yang dulu masih ngawur, gambarnya di warnai dengan satu warna full halaman.. sak halaman warnanya sama semua, tebal pula warnanya. Jadi gambar asline malah ga Nampak sama sekali. Sekarang yang di warnai hanya gambarnya saja, tidak keluar garis, Cuma masih belum bisa membedakan kalo baju, kulit tubuh, sepatu or rambut itu warnanya beda-beda, jadi semua nya warnanya masih sama. Tapi sudah tidak setebal dulu, sekarang lebih terarah.
Untuk nulis,, masih jauuhh… belumm bisa sama sekali. Kata apapun, huruf apapun, angka apapun selalu chinno tulis dengan bentuk lingkaran di jejer-jejer keik kereta api… deugh nak,,tapi bunda tetep bangga koo..he. setiap nulis selalu di barengi dengan ucapan mengeja. Tapi hasil ejaan lisannya sama bentuk tulisannya,,jauuuhhh…wkwkwkwk
Hafalan do’a chinno sudah semakin banyak. Bahkan do’a yang bunda belom ajarin chinno udah bisa duluan (di ajarin di sekolah, thanks for her teach)..
Alfatihah yang sebelumnya udah hafal meski lafadz nya masih cedal n agak ngawur, sekarang sudah semakin bagus lafadznya. Do’a sebelum n setelah makan plus artinya, akan n bangun tidur, masuk kamar mandi, do’a utk bapak ibu, dunia akherat, do’a mohon petunjuk, dll. Terkadang kalo di minta doa,, kalo lagi aga lupa lafadznya gitu,,chinno pasti bilang,” Bunda aku ga tauk”. Kalo udah gitu pasti udah mogok ga mau di koreksi ga mau melanjutkan lagi.
Kalo ngapalin lagu cepet banget, pa lagi yang di iklan tv,,weee langsung.
Yag udah chinno hafal, iklan lagu Yamaha, sosis so nice sinta n jojo, tissue basah mittu, iklan rbt nya Melinda (cinta satu malam), keong racun, haduuhh.dll.
Lagunya ST 12, ungu , d bagindas (cinta), kalo lagu anak-anak udah banyak sekali yang hafal. Chinno sampe bosan nyanyi na. sekarang lagi seneng nyanyiin lagu dewasa. Kata ayahnya sii ga papa. Yang penting nada nya benar, toh chinno belom paham makna liriknya. Bunda sii hayuuh aja, meski sedikit cemas juga.
Negatifnya,,,deugh ini nih yang bikin ayah n bunda sewot terus tiap hari,, nahan emosi lantaran perilaku chinno yang terkadang ga beraturan.
Permasalahan pokok yang belum teratasi hingga saat ini :
1. Chinno suka memukul temannya
2. Kurang bisa mengendalikan emosi, mudah marah
3. Meludahi orang
4. Kalo orang jawa bilang, “sakdetsaknyet”
5. Suka teriak-teriak, “apa” dengan nada ketus
6. Terkadang omongannya kasar.
Bunda n ayah sedang berusaha untuk memperbaiki perilaku chinno itu. Semoga lancar n berhasil.
Lagi di hipnoterapi. ammiiin
Bunda is Back
Haloo, assalamualaykum wr wb.. Finally Bunda is back.. ππ, tidak tau kenapa tetiba inget punya blog di pagi hari habis beberes rumah... hehehe.. terus buka buka chrome. waaaaah masih ada dann masih bisa login... masyaaAllah, jadi nostalgia sejenak.. π
meskipun dahulu juga ngga rajin nulis dan posting, tapi menengok kembali tulisan masa lalu menjadi hal yang membuat api menulis tumbuh lagi...
Terakhir Post, 2015, 11 tahun yang lalu....
wowww, masyaaAllah very long time a go..
11 tahun terakhir banyak terjadi perubahan dalam kehidupan... entah nanti akan di ceritakan detail atau tidak tergantung mood,,, hihihi..
yang jelas secara garis besar, aku sudah resign dari pekerjaanku yang dulu menjadi seorang pengajar. (postingan terakhirku adalah kegalauanku antara resign atau tetap di zona nyaman)π
daaaaan aku berganti profesi, dari seorang Guru menjadi terapist plus berdagang atau berwirausaha, meski jualannya bukan jualan skala besar, tapi alhamdulillah bisa berpenghasilan.. dan penghasilan menjadi seorang terapis dan juga berjualan alhamdulillah jauh lebih besar daripada menjadi guru.. meski penghasilannyya juga untuk menutup kebutuhan karena biaya hidup yang semakin tinggi, biaya pendidikan yang semakin melambung,,, hmmmm, alhamdulilah, cukup..
selain berganti profesi, perubahan selanjutnya adalah aku punya baby lagi dan melahirkan di tahun 2021 yang lalu, perempuan, lucu, cantik... untuk growth nya in syaaAllah akan di post nanti.. hehe
dan setelah sekian lama vakum, aku baru tau bahwa ternyata blog sekarang ada fitur monetisasi,,, hmmm, wowwww,,, dan itu udah lama juga ternyata,, hahahaha... ga update banget ya Allah..
jadi dengan adanya monetisasi ini apakah aku akan jadi lebih rajin mencuan dan menulis,,, ???
Beberapa hari yang lalu... Aku membaca link di salah satu grup blogger ku... Ada ibu muda yang baru saja posting tentang keputusan besar salam hidup yang baru saja di ambilnya...
Mulai blogwalking dan membaca tulisannya.. Memang benar² keputusan yang sangat berani... Dia resign sebagai reporter di salah satu stasiun televisi yang sangat populer dengan seragam merahnya... Yang isi nya banyak di siarkan tentang berita politik, dll..
Tentu saja akan langsung terbayang betapa kerennya bekerja di stasiun tivi, betapa serunya bertualang ke berbagai macam tempat di seluruh bagian Indonesia bahkan luar negeri, dan berapa gaji seorang reporter di stasiun tivi swasta yang sangat terkenal.
Tapi dia sia²kan begitu saja... Uuuhhh sayang sekali... Sungguh sayang sekali, melakukan resign di saat berjuta² orang ingin berada di posisinya..... Apa siiih yang dia pikirkaan??
Mungkin sebagian besar orang akan berkata/berkomentar seperti itu.
Duluuuu, aku juga berpikir seperti itu. Sayang sekali meninggalkan pekerjaan yang sudah sangat dicintai, meninggalkan teman² yang sudah menjadi keluarga.
Tapiii.. Sekarang aku paham kenapa orang² melakukan keputusan besar itu...aku mengerti di saat menjadi dan merasakan seperti mereka. Karena mereka semua, terutama para perempuan itu cinta keluarganya........ Yaaah... Mereka membuat keputusan besar itu hanya demi keluarga. Demi keluarga kecilnya.. Ada yang ingin fokus mengurus suami, menjadi istri yang taat, untuk program kehamilan, mengurus anak dan rumah tangganya, ingin lebih fokus pada pengasuhan dan pendidikan anak, dll.. Seperti kisah bunda muda itu, dia ingin fokus pada program kehamilannya dan ingin fokus mengurus suami. Karena ketika bekerja, dia hanya punya sedikit waktu saja untuk suaminya, beberapa kali mengalami keguguran karena lelah fisik.
Sebenarnya, aku sering tergoda untuk melakukan hal yang sama dengan bunda muda itu.. "Mengambil keputusan besar"
Apalagi suamiku sangat mendukung jika keputusan itu segera terlaksana.. Agar bisa fokus dengan bisnis online ku supaya bisa segera merambah ke bisnis offline, punya tempat usaha. Katanya... Mau sampai kapan berada dalam zona aman, yang tiap bulan menerima gaji. Tidak berpikir kreatif bagaimana akan memajukan bisnisnya, mencari peluang bisnis lain.
Tapii, sungguh aku belum berani, belum mampu.
Aku belum siap keluar dari zona aman.. Karena keadaan yang belum memungkinkan..
Sungguh, jika saja aku punya kekuatan, aku pasti akan segera mengambil keputusan besar itu.. Menerima anjuran hubby.. Supaya bisa fokus menjalani bisnis punya waktu lebih bersama anak, setiap saat bisa menemani mereka belajar..
Karena mau seberapa besar gaji yang istri peroleh ,seberapa banyak penghasilannya.. Tidak akan di berkahi Allah jika suami tidak ridho...
Dan aku sangat percaya akan hal itu..
Dari Chinno.... Anak kecil usia 7.5 tahun itu aku belajar banyak.
Banyak sekali... Namun di sini aku hanya membahas satu contoh saja, satu contoh yang membuat Bunda malu setengah mati pada diri sendiri.. Apaaaa ituuuu...??
Chinno selalu menyambutku dengan secercah senyum dan tertawa bahagia ketika melihatku saat menjemputnya pulang sekolah.. Seberapa lama aku terlambat menjemput, Chinno selalu menyambutku dengan perasaan bahagia.
Aaaahhh,, tertawa renyah dan senyum itu membuatku malu... Kenapa maluuu???
Yaaa.... Bunda malu sama Chinno yang selalu menunggu Bunda dengan sabar, terkadang menunggu sendirian di depan kantin sekolah, di pagar depan sekolah, di teras rumah depan sekolah, kadang ada satu dua temannya yang juga nunggu jemputan.. Meski jengkel karena di jemput terlambat, tapi ketika dia melihatku menjemputnya Chinno masih bisa tersenyum..
Chinno hanya beberapa kali bertanya kenapaa lama sekaliii?? Itupun ketika ndilalah aku lupa menjemput karena Chinno pulang lebih awal, dan aku menjemput di jam sekolah seperti biasanya, itu oun terlambat 15menit an.. Bayangkan berapa lama chinno menungguku...hampir dua jam... Ya Allah, Bunda macam apa aku inii... Atau pernah ketika aku lagi sakit ga bisa menjemput, dan Chinno akan bunda titipkan ke teman yang menjemput anaknya yang satu sekolah sama chinno, namun beda kelas.. Tapi ternyata Chinno ngga mau pulang sama temanku itu.. Chinno tetap menungguku.. Jadilah aku menjemputnya sendiri dengan kondisi badan yang ngga karu-karuan terlambat 1 jam lebih,, lalu bukannya minta maaf aku malah ngomel-ngomel ngga jelas... OMG, astaghfirulloh, jahatnya aku... Chinno hanya diam saja waktu itu, hanya bilang kenapa bunda terlambat jemput... Yaaah memang salahku, karena pagi nya aku belum berpesan kepadanya supaya pulang sekolah bareng temen bunda..
Sebenarnya Chinno pernah protes, kenapa jarang sekali di jemput tepat waktu. jawabanku hanya ada 2.. Yaitu 1. Bunda sengaja, karena males berdesak-desakkan dengan kendaraan lain, macet, susah cari parkir dll... 2. Bunda belum bisa keluar dari sekolah karena ada anak belum di jemput, rapat, koordinasi dan lain sebagainya... Itu jawaban di luar lupa tadii..
Dia tidak menuntut banyak dari jawabanku tadi.. Menerima apapun jawabanku kenapa jemput terlambat..
Daan dari hampir setiap hari aku terlambat menjemput itu aku mengucapkan ma'af ke Chinno bisa dihitung dengan jari..
Dari sini aku belajar dari Chinno... Belajar mengerti kondisi orang lain yang tidak bisa melakukan semua seperti yang kita maui, belajar bersabar dan bersabar lagi, belajar menutupi rasa jengkel dan marah dengan tetap tersenyum..
Alhamdulillah aku memiliki anugerah seperti Chinno..
Dia selalu mau mengerti kondisiku yang males berdesak desakkan, dll.. Dia selalu menerima jawabanku tanpa banyak debat, dia selalu bersabar menunggu..
Maaf kan Bunda ya sayaaanng..
Bunda akan terus belajar dan berusaha menjadi Bunda yang sholehah dan super untuk kamu dan adikmu...